CerpenSastra

Usaha dan Doa Tidak Menghianati Hasil

karya Liek Allyandaru

Suatu saat di sebuah desa, hiduplah seseorang bernama Tyo. Ia tinggal bersama anak dan istrinya. Tyo adalah orang yang berkecukupan. Setiap hari ia bekerja sebagai pedagang di desanya. Dalam bekerja, Tyo selalu didampingi oleh istrinya, sedangkan anaknya bersekolah di Sekolah Dasar di pinggir kota. Anaknya bernama Tya. Tya adalah seorang gadis yang pintar. Tyo selalu mengajari anaknya untuk hidup mandiri.

Suatu hari, saat malam tiba Tyo dan istrinya cemas karena anaknya tidak pulang. Istri Tyo berkata “Pak, Tya kok belum pulang ya ?”, “tidak tahu bu… semoga Tya baik-baik saja” jawab Tyo. Esoknya Tyo dan istrinya berkeliling desa dan sekolah tempat Tya bersekolah untuk mencari Tya. Setelah seharian mencari, Tya tetap tidak ditemukan. Tyo pun melaporkan kejadian ini kepada polisi. Malamnya Tyo mendapat telpon dari orang asing, “Halo, dengan siapa ini ?” tanya Tyo. Orang asing itu berkata “Anak anda Tya dalam kondisi baik-baik saja untuk saat ini.”. Tyo yang mendengar hal itu menjadi bingung. “Siapa anda ?! apa yang anda mau ?!” Sontak Tyo membentak orang itu. “Saya butuh uang 10 Milyar jika anda mau anak anda kembali.”. Istrinya pun menangis mendengar bahwa anaknya diculik. Tyo segera mengumpulkan uang yang ia miliki. Karena uang yang ia punya tidak cukup, ia pun terpaksa berhutang kepada warga desa nya demi membebaskan sang anak. Dengan uang yang telah ia kumpulkan, Tyo pun berhasil membebaskan anaknya. Saat kembali, Tya pun segera memeluk kedua orang tuanya dengan kondisi tubuh yang terluka. Tyo dan istrinya pun segera mengobati anaknya. Bagi Tyo, anaknya adalah hal yang paling penting di hidupnya.

Setelah kejadian penculikan itu terjadi, Tyo jatuh miskin karena hutangnya yang sangat banyak. Tyo yang tak mampu berdagang lagi, akhirnya menjual rumahnya. Tyo dan keluarganya pun tinggal di rumah kontrakan di pinggir sungai yang kumuh. Demi menghidupi keluarganya, Tyo pun bekerja keras lagi, ia menjadi pemulung sampah. Melihat kondisi suaminya yang semakin miskin karena terlilt hutang, istrinya pun berpikir untuk meninggalkannya. Suatu hari, istrinya pun berbicara dengan anaknya, “ Tya… besok ibu dan Tya akan pindah ya ke kota.”, “Bagaimana dengan bapak bu ? kasihan Bapak tinggal sendiri di sini.” tanya Tya. “Bapak akan baik-baik saja di sini… ini semua ibu lakukan agar Bapak tidak terbebani hidupnya oleh kita.” bujuknya. Akhirnya Tya pun setuju dengan ibunya. Saat tengah malam, saat Tyo sedang tidur, istri dan anaknya diam-diam pergi dari rumah itu. Esoknya, saat Tyo bangun, ia melihat sebuah surat perpisahan dari Istri dan anaknya. Melihat hal itu, Tyo pun menangis mengharap keluarganya kembali.

Tyo yang ditinggalkan, akhirnya sadar bahwa ia harus bekerja lebih giat lagi. Setiap hari ia memulung sampah di sekitar desa. Tetapi, saat ia memasuki desa, ia melihat tatapan orang yang dulunya baik kepadanya menjadi tatapan yang penuh benci. Tyo berpikir mungkin itu karena ia tidak bisa membayar hutangnya. Suatu saat, ia melihat orang yang sedang terjatuh dan Tyo langsung menolongnya. Setelah ditolong, orang tersebut sangat berterima kasih kepadanya, “Terima kasih bapak karena telah menolong saya… semoga apa yang bapak lakukan sekarang dapat dibalas suatu saat oleh Allah.”. Orang itu pun segera pergi dan Tyo melanjutkan pekerjaannya.

Hari demi hari Tyo melakukan pekerjaannya. Setiap hari ia berdoa kepada Allah agar dilimpahkan rezeki dan dipertemukan dengan keluarganya. Suatu malam, setelah selesai berdoa, Tyo berpikir untuk pindah ke kota untuk bekerja di sana. Pagi harinya, ia bersiap-siap pindah ke kota dengan membawa uangnya yang sedikit.

Sesampainya di kota, Tyo tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Karena tidak tahu apa yang akan ia lakukan, akhirnya ia bekerja sebagai pedagang kaki lima di kota. Sudah berminggu-minggu ia berdagang di pinggir jalan. Suatu saat ia bertemu seseorang, “Selamat siang Pak.” tanya orang itu, “Siang Pak, mau beli apa Pak ?” tanya Tyo. “Saya tidak mau membeli apa-apa Pak.” Tyo pun heran dengan orang itu, “loh, terus ada apa Pak ?” tanya Tyo, “Perkenalkan Pak, saya Ridho, saya adalah orang yang pernah anda tolong dulu saat di desa, kebetulan saya melihat Bapak sedang berjualan di sini”. Mendengar hal itu, Tyo pun ingat dengan orang tersebut. “Saya ingin membantu Bapak, karena bapak dulu telah membantu saya. Tolong katakan apa yang bapak inginkan sekarang.”. Mendengar hal itu, Tyo pun mengatakan bahwa ia ingin memiliki sebuah toko sendiri di kota. Mendengar hal itu, Ridho pun segera mengabulkan permintaan dari Tyo.

Tyo pun dapat memulai usahanya lagi. Tahun-demi tahun ia lewati, usahanya semakin berkembang dan memiliki banyak karyawan. Setelah bertahun-tahun ia tekuni usaha dagangnya, akhirnya usahanya menjadi sukses di kota. Tyo pun menjadi orang yang sangat kaya. Suatu hari sat Tyo berjalan-jalan di pinggir kota, ia melihat sekolah tempat anaknya dulu bersekolah. Ia mengkhawatirkan anaknya. Tiba-tiba ia berpapasan dengan istri dan anaknya yang sudah beranjak dewasa. Tyo pun menangis bahagia bahwa ia dapat melihat anak dan istrinya kembali. Setelah bebicara panjang lebar, akhirnya mereka kembali bersatu. Mereka memutuskan untuk kembali ke desa tempat mereka tinggal dulu.

Saat tiba di desa, warga desa heran melihat Tyo yang sekarang tampak sangat kaya. Kemudian, Tyo segera membayar hutang-hutang nya dulu dan membantu pembangunan di desa menjadi lebih maju. Warga desa sangat senang dengan Tyo, dan berterima kasih kepadanya karena telah membantu pembangunan desa. Tyo pun sangat senang dan berterima kasih kepada Allah yang telah mengabulkan doanya selama ini. Tyo sadar bahwa usaha dan doanya selama ini tidak akan menghianati hasil yang diperolehnya.

============================================================

Cerita ini hanyalah fiksi belaka, apabila ada kesamaan nama dan tempat, bukanlah hal yang disengaja.

Cerita ini adalah karangan pertama saya sebagai penulis di website ini. Saya mohon maaf apabila dalam menulis cerpen ini terdapat kata yang kurang pas / jalur cerita yang kurang pas.

Semoga cerpen ini dapat menjadi pelajaran dan inspirasi bagi pembaca yang budiman !! ^^

Terima Kasih

Tags

Related Articles

Check Also

Close