SmartphoneTeknologi

Asus Zenfone 3 di Tahun 2018 Masih Layak Kah ?

Hai readers !! ^^. Di jaman sekarang yang serba canggih ini, perkembangan smartphone mengalami kemajuan teknologi yang sangat pesat. Contohnya saja Samsung Galaxy S9+ yang memiliki fitur dual aperture pada kameranya untuk mengatur bukaan lensa kameranya secara optic, Huawei P20 Pro yang memiliki bukan hanya 2 kamera pada bagian belakang, namun memiliki hingga 3 kamera di bagian belakang, ROG Phone, Razer Phone, dan Xiaomi Black Shark yang memiliki performa gaming smartphone level dewa saat ini, atau bahkan IPhone X dengan layar unik berponinya yang dapat meningkatkan status social penggunanya. Namun, perkembangan teknologi itu dijual dengan harga yang cukup mahal. Apalah daya saya yang kere dan tidak mampu membeli smartphone flagship seperti itu karena saya bukan sultan.  T_T). Jika kalian senasib dengan saya yang kere dan tidak mampu membeli smartphone flagship, coba simak artikel yang satu ini. Pada kali ini saya akan membahas sebuah smartphone rasa flagship 2 tahun lalu, tapi harganya terjangkau, yaitu Asus Zenfone 3 ZE552KL. Apakah Asus Zenfone 3 ZE552KL ini masih layak digunakan di tahun 2018 ?

Sekedar informasi, segala informasi yang ada di artikel ini murni berdasarkan pengalaman pribadi saya. Zenfone 3 ini sudah saya gunakan selama kurang lebih 2 tahun dan harga pada awal penjualan Zenfone 3 ini dijual dengan rentang harga 4 sampai 5 jutaan. Namun sekarang Zenfone 3 ini hanya dijual dengan harga 2 sampai 3 jutaan saja di online market place. Sungguh penurunan harga yang drastis wkwkwk.

Paket pembelian

Sebelum ke unit smartphonenya, akan saya jelaskan isi paket pembeliannya terlebih dahulu. Yang akan kita dapatkan dari kotak pembeliannya yaitu unit smartphonenya, kemudian kitap-kitap yang berisikan manual guide dan kartu garansi, sim ejector, kepala charger 5 volt/2 ampere, dan ada kabel data yang sudah menggunakan USB Type-C. Yak ga salah, hp ini sudah menggunakan usb type c, sementara pesaing-pesaingnya sekarang di rentang harga 2 sampai 3 jutaan di  tahun 2018 saja belum menggunakan usb type c, seperti Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5. Tapi, sayangnya di paket pembelian ini tidak disertakan casing maupun earphone.

Desain

Bagian ini lah yang akan pertama kali kita lihat dari sebuah smartphone. Si Zenfone 3 ini sudah berbeda dari para pendahulunya yang garis desainnya terkesan monoton. Seperti yang dapat kalian lihat pada gambar artikel ini, kali ini Zenfone 3 dibalut dengan kaca di bagian depan dan belakang serta metal di bagian samping yang bikin feel saat digenggam itu seperti hp flagship. Selain itu, bagian belakang hp ini memiliki pattern sirkuler yang akan terlihat tjakeppp saat terkena pantulan cahaya. Tapi, seperti kebanyakan hp berbodi kaca, hp ini mudah terkena bekas sidik jari. Jadi bagi kalian yang tidak ingin hp nya cepat dekil, kalian bisa menggunakan case agar tidak mudah kotor. Selain itu, kekurangan yang menurut beberapa orang cukup disayangkan adalah tidak adanya led pada navigation button, sehingga akan menyulitkan pengguna saat berada di tempat gelap. Tetapi, jika sudah terbiasa dengan layout navigation buttonnya, hal seperti ini akan fine-fine saja.

Layar

Lanjut ke bagian layar. Si Zenfone 3 ini menggunakan jenis panel Super IPS + 5.5 inch dengan rasio layar jadul 16:9 full hd yang dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3. Walaupun hanya menggunakan panel IPS, tapi warna yang dihasilkan tidak kalah dengan panel SuperAMOLED dari Samsung. Jika kalian belum puas dengan contrast warna yang ada, kalian juga bisa mengubahnya karena Zenfone 3 memiliki fitur Splendid yang dapat mengubah tone warna sesuka hati kalian. Keren kan mwehehe

Performa

Di sector performa, Zenfone 3 menggunakan prosesor Snapdragon 625 dan gpu Adreno 506 yang menjadi chipset favorit tahun lalu karena efisiensi dayanya. Bagi kalian yang suka ngeliatin score antutu, hp ini memiliki score di kisaran 71.000an, tergolong kecil untuk hp jaman sekarang. Tapi, walaupun score yang dihasilkan hanya segitu, zenfone 3 ini tetap enak untuk diajak main game berat walau tidak pada setting grafis maksimal. Pada PUBG, hp ini dapat memainkan game dengan lancar di setting medium. Main PUBG aja lancar, apalagi kalo main game MOBA, udah pasti lancar jaya. Suhu waktu diajak main game beratpun tergolong tidak panas, cuman anget-anget aja ^^.

 

Kelengkapan Sensor

Untuk urusan sensor hp ini sudak cukup lengkap, karena sudah memiliki sensor gyroscope yang memungkinkan kalian bermain VR. Selain gyroscope sensor lainnya yaitu fingerprint di bagian belakang yang memiliki respon cukup cepat dan dapat menampung hingga 5 sidik jadi untuk membuka smartphone. Sayangya menurut saya posisi di bagian belakang ini akan sedikit menyulitkan kita untuk membuka hp pada saat berada di meja karena kita harus mengangkat hp dulu kemudian baru membukanya. Satu hal yang kurang dari hp ini adalah ketidakhadirannya face unlock yang menjadi tren di tahun 2018 ini. tapi, mengingat ini adalah hp keluaran tahun 2016, rasanya ketidakhadiran fitur ini bisa dimaklumi.

Port dan tombol

Tidak seperti pendahulunya si Zenfone 2 dkk, kali ini Zenfone 3 menempatkan tombol power dan volume di sebelah kanan hp, sedangkan bagian belakang digantikan dengan sensor fingerprint. Untuk kelengkapan port, Zenfone 3 sendiri sudah meiliki port yang cukup lengkap. Di bagian bawah, Zenfone 3 memiliki sebuah port usb type c, lubang speaker mono dan lubang microphone. Sedangkan di bagian atas Zenfone 3 memiliki sebuah lubang microphone dan masih memiliki jack audio 3.5mm tidak seperti kebanyakan hp flagship yang sudah menghilangkan jack audio 3.5mm-nya.

Audio

Sebenarnya saya tidak mahir dalam menilai sebuah audio. Cuman jika didengarkan oleh orang awam seperti saya, Zenfone 3 memiliki kualitas speaker yang bagus karena si Zenfone 3 ini memiliki setifikasi Hi-Res Audio. Walaupun hanya mengandalkan mono speakernya, menurut saya kualitas suaranya sudah melebihi ekspektasi saya. Menurut saya separasinya sudah cukup jelas, bass dan mid terdengar jelas, hanya saja treble sedikit mundur suaranya. Segitu dulu aja untuk audio, karena saya hanya orang awam yang tidak mahir dalam menilai audio, dan penilaian audio itu bersifat subjektif tergantung telinga masing-masing ya kan ^^

Baterai

Pada awalnya, untuk pemakaian ala saya yang terkadang bersocial media, Zenfone 3 sanggup mendapat screen on time antara 5 sampai 6 jam. Cuman jika digunakan untuk bermain intensif game-game berat, Zenfone 3 hanya mendapat screen on time sekitar 4 sampai 5 jam saja. Mengingat kapasitasnya yang hanya 3000 mAH, Zenfone 3 sudah patut diacungi jempol. Daya tahan seperti ini tidak lepas dari penggunaan prosesor Snapdragon 625 yang memang terkenal irit daya namun tetap memiliki performa yang cukup baik. Tetapi, seiring berjalannya waktu, daya tahan baterai Zenfone 3 milik saya mengalami penurunan menjadi 4 sampai 5 jam untuk bersosial media dan bermain game ringan. Tapi saya rasa penurunan itu masih tergolong wajar untuk hp yang sudah berusia lebih dari 1 tahun ini.

User Inferface (UI)

Pada saat awal pembelian, hp ini mendapatkan android 6.0 Marshmallow di balut dengan ZenUI 3 yang memiliki banyak bloatware yang tidak bisa di uninstall. Menurut saya, seharusnya asus tidak memasangkan bloatware ini, karena tidak semua orang menggunakannya. Atau jika tetap ingin memasang bloatware, seharusnya Asus tetap menyediakan opsi untuk uninstall aplikasi tersebut. Untuk masalah update software, menurut saya Asus sangat rajin memberikan update. Pada tahun 2018 ini, Asus telah memberikan update software ke android 8.0 Oreo yang dibungkus dengan ZenUI 4. ZenUI 4 memiliki desain dan ikon-ikon yang lebih simple dan minim bloatware. Di samping itu, ZenUI menawarkan banyak fitur yang cukup berguna. Fitru-fitur itu contohnya Splendid yang dapat mengatur tone warna sesuai keinginan kita. Kemudian ada Game Genie yang memiliki fungsi speed booster, live record, macro, lock mode. Kemudian ada Mobile Manager yang memiliki banyak fungsi, misalnya mengatur penggunaan baterai, boost, dan lain-lain.

Kamera

Dengan tagline “Built for Photography” saya rasa Zenfone 3 sudah cukup baik untuk menyandang tagline itu. Spesifikasi kamera yang ada yaitu 16 megapixel f2.0 untuk kamera belakang dan 8 megapixel f2.0 untuk kamera depan. Mode yang disediakan di kamera ini pun sangat banyak mencapai 20 mode termasuk di dalamnya ada manual mode dan lowlight mode. Namun, satu fitur yang tidak ada yaitu mode portrait alias mode bokeh, maklum sih karena kamera belakang yang digunakan hanya 1 biji, tidak seperti kompetitornya si Asus Zenfone Max Pro M1 dan Xiaomi Redmi Note 5. Secara keseluruhan, gambar yang diambil menggunakan hp ini sudah cukup baik. Di kondisi cukup cahaya, gambar yang diambil oleh kamera belakangnya cukup bagus, detailnya tajam, dynamic range luas dan warnanya cukup akurat. Namun, saat kondisi lowlight, detail gambar menurun dan noise muali muncul walau hanya sedikit, tapi munculnya noise dalam kondisi lowlight itu lumrah untuk semua hp. Untuk kamera depan, menurut saya gambar yang diambil cukup baik di luar ruangan dan kurang baik untuk di dalam ruangan. Dalam mode auto, gambar yang dihasilkan kurang detail dan terkadang noise bertebaran dimana-mana. Saya tidak bisa banyak berkomentar soal kamera depan karena saya sendiri jarang selfie ^^.

Untuk hasil perekaman video, kamera belakang dari Zenfone 3 dapat merekam hingga resolusi maksimal 4k. hasil rekamannya pun cukup stabil karena Zenfone 3 ini sudah dilengkapi OIS dan EIS untuk meredam guncangan saat merekam video. Sementara, kamera depannya yang beresolusi 8 megapixel mampu merekam hingga resolusi full hd. Secara keseluruhan dalam perekaman video, Zenfone 3 ini fine-fine aja jika digunakan untuk merekam di outdoor. Tapi, saat merekam di dalam ruangan, hasilnya menurut saya kurang baik, video terlihat gelap, detail menurun drastis, dan noise bertebaran dimana-mana persis seperti kenangan mantan T_T) wkwk. Tapi yaa.. menurut saya sudah sesuai sih dengan tagline Zenfone 3 yaitu “Built for Photography” bukan “Built for Videography” ^^

untuk hasil jepretan kamera lainnya bisa kunjungi blog saya di sini

Kesimpulan

Buat kalian yang sedang mencari hp di rentang harga 2 sampai 3 jutaan, hp ini masih layak untuk dipertimbangkan di tahun 2018 dengan segala kelebihan yang sudah saya jelaskan. Namun jika kalian mencari sebuah smartphone kekinian berrasio layar 18:9, dual kamera yang bisa membuat efek bokeh, dan berbodi metal, masih ada Asus Zenfone Max Pro M1 ataupun Xiaomi Redmi Note 5 yang memiliki rentang harga yang sama dengan Asuz Zenfone 3 ZE552KL di tahun 2018 ini. Bagi kalian yang sudah memiliki Zenfone 3 ini namun belum punya budget untuk upgrade, saya rasa Zenfone 3 masih sangat layak untuk digunakan di tahun 2018 ini.

O iya, sedikit tambahan kekurangan soal ketersediaan hp ini. Jika kalian mencari hp ini, mungkin kalian akan mengalami kesulitan dalam mencari unit barunya apalagi yang masih bergaransi karena hp ini sudah berusia 2 tahun semenjak tanggal rilisnya. Sudah cukup tua ya ^^

Galeri Foto

Bagi kalian yang ingin melhat galeri foto dari Asus Zenfone 3 yang lebih banyak, silakan mampir ke blog saya di sini

baca juga artikel tentang teknologi di sini

untuk cek spesifikasi lengkap Asus Zenfone 3 ZE552KL bisa kalian baca di GSM Arena

Oke sekian dulu yang dapat saya sampaikan pada review Asus Zenfone 3 ZE552KL di tahun 2018 ini. Silakan berikan komentar dan masukan kalian tentang review ini. Jika ada salah kata dan informasi, saya memohon maaf dan terima kasih untuk para reader yang telah membaca artikel ini ^^

Tags