PuisiSastra

Hilang

karya Naufal Rafi

Telah Hilang

Telah Karam

Sandaran disaat Letih

Tempat Belajar dan Berbagi perasaan

 

Ingat?

Saat matanya berkedip

Saat tangan dan mulutnya bergerak berirama

Saat ‘Kita’ dan satu-satunya

 

Tentu saja naif

Ketika berpikir bahwa dunia akan selalu sama

Ketika berpikir bahwa takkan ada perpisahan

Dan tak tahu tajamnya dunia

 

Dulu, bukan sepasang angsa

Bukan juga sirih dan inangnya

Tetapi Kupu-kupu dan bunga

Yang membutuhkan satu sama-lain

 

Dunia terus berputar

Diantara debu dan cahaya

Disaat semua mencari jalan

Kearah menuju terang

 

Meski sudah tidak melihat mata

Namun, akan teringat selalu

Akan terrakit menjadi sebuah kisah

Kisah dimana ‘Kita’ menjadi tokoh utamanya

 

============================================================================

Hai Readers !! ^^ Ada puisi tjakep baru lagi ini. Kali ini puisi dari teman saya yang bernama Naufal Rafi. Dia teman saya dari awal SMA.

Sedikit isi mengenai isi dari puisi ini dari pembuatnya langsung ^^. Dalam puisi ini dia menceritakan seseorang yang memiliki teman yang dulu sangat dekat, mungkin seperti magnet yang selalu nempel terus kemanapun mereka pergi. Suatu saat, saat mereka lulus… BOOM !!… mereka berada di sekolah yang berbeda, mereka terpencar hingga makin lama mereka semakin jauh… dan selanjutnya readers bisa menentukan isi dari puisi yang satu ini, takutnya nanti kebanyakan spoiler ^^ hehe.

Bagaimana menurut kalian puisi epik yang satu ini ? silakan tinggalkan komentar kalian di kolom komentar yang ada di bawah ^^. jangan lupa berikan kritik dan saran kalian yang membangun untuk websit ini ya ^^

Saya dan teman saya, Naufal Rafi, memohon maaf apabila ada kesalahan dalam pemilihan kata dan makna di dalam puisi ini. Terima kasih ^^

jangan lupa mampir baca puisi lainnya di sini

Tags

Related Articles

Check Also

Close